Hai sobat, kali ini saya akan berbagi tentang
pengalaman saya bersama teman-temanku yang tentunya sangat seru. Pengalaman ini
kudapat saat saya dan teman-teman mendaki salah satu gunung purba di
Jogjakarta, yang akhirnya munculah nama PKC, hehee. Penasaran awal mula
terbentuknya nama PKC itu gimana, teyus pengalaman yang kayak gimana sih? Kepo
ya?? Ikutin terus yahh.
Awal
cerita, waktu itu tepat pada hari sabtu kemarin aku
dan teman-teman ku berangkat ketujuan, yaitu Gunung Api Purba yang bertempat di desa Nglanggeran, Pathuk, Wonosari, Gunungkidul. Jauh-jauh hari kami sudah merencanakan kegiatan tersebut, niat kami hanya
sekedar untuk refreshing saja. Itu adalah pendakian pertama saya selama hidup
didunia ini #agak lebay. Nah, kami berangkat pada jam 8 malam #nah, pas
indonesia lawan korsel, ahayy pemirsaa :D. Kami sudah kumpul ditempat yang
telah ditentukan. Oiyya, perkenalkan teman-teman saya, yang pertama yaitu
Parsad habib (Ketua Osis hloh), Muh. Miftah (paskib propinsi tapi rodo koplok),
Liarde wicaksono (ini juga Ketua Osis, tapi ke III), Yossa Bimo (mbah kakung
:D), terus ada Roy Bastian (si cowok ganteng, wkkk), Wisnu Ramadan
(sie.Lapangan kami), Agil Laksmana dan
Alif Rizki (si pendaki handal kita), dan yang terakhir saya sendiri Febri Dwi
Saputra (cowo paling keren wkkk #piss). Lanjut yahh, nah tepat sekitar jam 8
kami berangkat, kami berangkat naik motorr. Diperjalanan kita sempat berhenti
dahulu untuk membeli berbagai bekal dan sekalian membeli bensin lalu lanjut
lagi deh. Perjalanan sangatlah ekstrim karena jalan yang naik turun, sepi,
peteng meneh. Nah, setelah sekian lama kami melewati rintangan dan hadangan,
akhirnya kami sampai ditempat. Kami langsung bersiap-siap untuk mendaki, tapi
sebelum berangkat kami salat isya dahulu. Setelah habis solat, kami berdoa agar
selamat sampai tujuan lalu berangkat dehh.
Pendakian kita mulai,
semua rintangan, hadangan, ketakutan, bahkan kelaparan, semua itu kita tebass.
Melewati celah batu yang super sempit, menaiki anak tangga yang cempit, melawan
perut kami yang semakin melilit, semua
itu kami lewatit #ehh. Sampai-sampai salah satu teman kami Agil, bertugas untuk
menonton TV lewat hp nya hanya untuk memberi kabar jika timnas mendapatkan
peluang, hehee. Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya kita sampai juga di
tempat dimana kita bisa mendirikan tenda kami. Disana ternyata sangat rame
sekali, banyak yang sudah mendirikan tenda-tenda mereka. Setelah
tenda kami sudah jadi kami melanjutkan makan malam lalu istirahat tidur.
Paginya kami solat dahulu setelah itu kami langsung naik ke puncak tertinggi.
Suhunya sangat dingin sekali, sayang kami tidak bisa lihat matahari terbit
karena cuaca sedang berkabut. Tapi semua itu tidak kami jadikan sebuah
penyesalan, malah kami asyik mengabadikan momen-momen kami disana. Kami berfoto
ria, tertawa ria, pokokke gokil abizzzz.. Setelah itu kami turun ketenda kami
untuk ma’em bersama. Setelah itu kami melanjutkan bergokil-gokil ria. Setelah
kami puas melakukan semuanya, barulah kami berkemas-kemas untuk persiapan
pulang. Tak lupa kami berdoa dahulu agar selamat sampai tujuan. Okke lets
gooooo!! Hadangan dan rintangan kembali menghadang kita. Di saat penurunan,
kami juga mengabadikan momen-momen tersebut dengan alat seadanya. Entah kenapa
perjalanan kami terasa sangat cepat. Dan akhirnya alhamdulillah, kita sampai.
Selanjutnya kami langsung pulang kerumah masing-masing. Yak, segitu dulu yaa
pengalaman singkat saya, maaf kalo banyak salahnya. Oiyya, ini dia sedikit
foto-foto kami saat disana :





0 komentar:
Posting Komentar