Jumat, 01 November 2013

PKC (Pendaki Kathok Cekak)




Hai sobat, kali ini saya akan berbagi tentang pengalaman saya bersama teman-temanku yang tentunya sangat seru. Pengalaman ini kudapat saat saya dan teman-teman mendaki salah satu gunung purba di Jogjakarta, yang akhirnya munculah nama PKC, hehee. Penasaran awal mula terbentuknya nama PKC itu gimana, teyus pengalaman yang kayak gimana sih? Kepo ya?? Ikutin terus yahh.
        Awal cerita, waktu itu tepat pada hari sabtu kemarin aku dan teman-teman ku berangkat ketujuan, yaitu Gunung Api Purba yang bertempat di desa Nglanggeran, Pathuk, Wonosari, Gunungkidul. Jauh-jauh hari kami sudah merencanakan kegiatan tersebut, niat kami hanya sekedar untuk refreshing saja. Itu adalah pendakian pertama saya selama hidup didunia ini #agak lebay. Nah, kami berangkat pada jam 8 malam #nah, pas indonesia lawan korsel, ahayy pemirsaa :D. Kami sudah kumpul ditempat yang telah ditentukan. Oiyya, perkenalkan teman-teman saya, yang pertama yaitu Parsad habib (Ketua Osis hloh), Muh. Miftah (paskib propinsi tapi rodo koplok), Liarde wicaksono (ini juga Ketua Osis, tapi ke III), Yossa Bimo (mbah kakung :D), terus ada Roy Bastian (si cowok ganteng, wkkk), Wisnu Ramadan (sie.Lapangan  kami), Agil Laksmana dan Alif Rizki (si pendaki handal kita), dan yang terakhir saya sendiri Febri Dwi Saputra (cowo paling keren wkkk #piss). Lanjut yahh, nah tepat sekitar jam 8 kami berangkat, kami berangkat naik motorr. Diperjalanan kita sempat berhenti dahulu untuk membeli berbagai bekal dan sekalian membeli bensin lalu lanjut lagi deh. Perjalanan sangatlah ekstrim karena jalan yang naik turun, sepi, peteng meneh. Nah, setelah sekian lama kami melewati rintangan dan hadangan, akhirnya kami sampai ditempat. Kami langsung bersiap-siap untuk mendaki, tapi sebelum berangkat kami salat isya dahulu. Setelah habis solat, kami berdoa agar selamat sampai tujuan lalu berangkat dehh.

Pendakian kita mulai, semua rintangan, hadangan, ketakutan, bahkan kelaparan, semua itu kita tebass. Melewati celah batu yang super sempit, menaiki anak tangga yang cempit, melawan perut kami yang semakin melilit,  semua itu kami lewatit #ehh. Sampai-sampai salah satu teman kami Agil, bertugas untuk menonton TV lewat hp nya hanya untuk memberi kabar jika timnas mendapatkan peluang, hehee. Setelah perjalanan yang melelahkan, akhirnya kita sampai juga di tempat dimana kita bisa mendirikan tenda kami. Disana ternyata sangat rame sekali, banyak yang sudah mendirikan tenda-tenda mereka.   Setelah tenda kami sudah jadi kami melanjutkan makan malam lalu istirahat tidur. Paginya kami solat dahulu setelah itu kami langsung naik ke puncak tertinggi. Suhunya sangat dingin sekali, sayang kami tidak bisa lihat matahari terbit karena cuaca sedang berkabut. Tapi semua itu tidak kami jadikan sebuah penyesalan, malah kami asyik mengabadikan momen-momen kami disana. Kami berfoto ria, tertawa ria, pokokke gokil abizzzz.. Setelah itu kami turun ketenda kami untuk ma’em bersama. Setelah itu kami melanjutkan bergokil-gokil ria. Setelah kami puas melakukan semuanya, barulah kami berkemas-kemas untuk persiapan pulang. Tak lupa kami berdoa dahulu agar selamat sampai tujuan. Okke lets gooooo!! Hadangan dan rintangan kembali menghadang kita. Di saat penurunan, kami juga mengabadikan momen-momen tersebut dengan alat seadanya. Entah kenapa perjalanan kami terasa sangat cepat. Dan akhirnya alhamdulillah, kita sampai. Selanjutnya kami langsung pulang kerumah masing-masing. Yak, segitu dulu yaa pengalaman singkat saya, maaf kalo banyak salahnya. Oiyya, ini dia sedikit foto-foto kami saat disana :


0 komentar:

Posting Komentar